PDAM Kota Malang Tidak Melakukan Kenaikan Tarif Sejak Tahun 2017

Malang, 10 Juli 2020

Sejak tanggal 1 Juli 2020, PDAM Kota Malang menerima banyak pengaduan terkait pemakaian meningkat. Hal ini merupakan dampak dari pencatatan meter mandiri yang kami terapkan sejak akhir Maret hingga Mei 2020, selama pandemi CoviD-19. Selama periode catat meter mandiri PDAM Kota Malang, sosialisasi melalui sosial media terkait jadwal catat per bulan masing- masing kelurahan. Bagi yang tidak melakukan catat meter mandiri, kami menerapkan kebijakan berupa penghitungan jumlah pemakaian berdasarkan pemakaian rata- rata dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

 Namun banyaknya pengaduan terkait pemakaian meningkat ini murni karena adanya kenaikan pemakaian pada periode Maret – Mei 2020 yang mana nilai rata- rata yang telah kami hitung ternyata lebih rendah dari pemakaian riil pelanggan yang baru terakumulasi di bulan Juni dan ketika petugas kami melakukan pencatatan keliling untuk menjadi tagihan bulan Juli 2020.

“Perlu kami jelaskan bahwa, PDAM Kota Malang tidak melakukan kenaikan tarif sejak tahun 2017”, jelas Muhlas selaku Direktur Utama PDAM Kota Malang. Adapun pemakaian meningkat ini tentu disebabkan banyak faktor terutama intensitas dan jumlah anggota keluarga yang lebih banyak berdiam diri dan #dirumahsaja selama pandemi CoviD-19 ini.

Namun, pelanggan PDAM Kota Malang tidak perlu khawatir, PDAM Kota Malang memiliki kebijakan “Normalisasi Penyesuaian Pemakaian” untuk melindungi pelanggan dari lonjakan pemakaian. Kebijakan ini berupa pembayaran sesuai rata- rata pemakaian pada bulan Juli 2020 lalu pembayaran selisih stan dengan program angsuran. Besaran dan lama angsuran akan disesuaikan dengan selisih stannya sehingga dengan adanya kebijakan ini pelanggan merasa tidak keberatan dalam melakukan pembayaran rekening untuk air yang sudah digunakan pada periode Maret – Mei 2020.